Apa kabar Ramadhan kita?

Diary Ramadhan – Edisi 8 Ramadhan 1433H

Oleh: Irfan Prabudiansyah

Bulan Ramadhan sudah memasuki pekan kedua. Subhanallah! Rasanya baru kemarin kita berada di bulan Rajab dan Sya’ban. Bersyukurlah kepada Allah karena hingga detik ini kita masih mendapatkan kesempatan untuk menjalani Ramadhan, serta menikmati berkah dan rahmat yang melimpah dari-Nya. Bagi sebagian besar dari kita mungkin ini adalah Ramadhan yang kesekian kalinya. Dari sekian banyak Ramadhan yang sudah kita lalui tentunya banyak sekali pelajaran dan hikmah yang kita dapatkan.

Lantas bagaimana kabar Ramadhan kita sejauh ini? Masihkah kita bersemangat seperti saat kita menantikan kedatangannya di bulan Sya’ban lalu? Masih bergembirakah kita seperti saat menyambutnya seminggu yang lalu? Mari kita merenung sejenak, merefleksikan diri, dan mengevaluasi Ramadhan yang sudah kita lalui.

Cobalah tanyakan kepada diri kita sendiri,

Sudah berapa juz Al-Qur’an yang kita baca?
Sudah berapa banyak infaq dan sedekah yang kita berikan?

Sudahkah kita khusyuk dalam sholat kita?

Sudahkah kita menjaga hati, lisan, dan perbuatan kita dari hal-hal yang dilarang-Nya?

Sudahkah kita mesyukuri setiap nikmat dan anugerah-Nya?

Berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk beribadah dan mendekatkan diri pada-Nya?

Masing-masing dari kita mempunyai jawaban sendiri terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Lalu mau dijadikan seperti apa tiga pekan Ramadhan berikutnya? Semuanya tergantung pada kita. Apakah kita akan memaksimalkannya dengan kegiatan yang bernilai ibadah atau hanya membiarkannya berlalu dan berakhir begitu saja.

Ingatlah kembali saat-saat kita memasuki hari terakhir Ramadhan tahun lalu. Apakah kita puas dengan Ramadhan tersebut? Sudahkah kita maksimal dalam beribadah? Semakin dekatkah kita kepada Allah atau sebaliknya? Bagaimana perasaan kita pada saat akhir Ramadhan? Bahagiakah kita? Sedih? Ataukah kecewa? Sebagian dari kita mungkin merasa sudah cukup puas dengan apa yang sudah dijalani. Namun tidak sedikit dari kita yang mungkin merasa belum maksimal dalam mengisi Ramadhan yang lalu.

Kesempatan menjalani Ramadhan adalah salah satu anugrah terindah dari Allah SWT. Di bulan ini Allah membuka pintu rahmat dan ampunan yang sebesar-besarnya. Sehingga tidak pantas rasanya jika kita bermalas-malasan dan membuang waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Jadikanlah Ramadhan sebagai momen untuk belajar dan terus memperbaiki diri, menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam berpikir dan bersikap. Jangan biarkan Ramadhan berlalu sia-sia, tanpa memberikan perubahan dalam diri kita. Alangkah ruginya jika Ramadhan ini hanya menjadi ritual tahunan yang tidak bermakna.

Mari kita jadikan Ramadhan ini menjadi bulan Ramadhan yang terbaik yang pernah kita jalani. Bisa jadi ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita. Tidak ada yang menjamin dan tidak ada yang tahu kapan, di mana, dan dalam kondisi apa kita akan meninggalkan dunia ini. Mudah-mudahan kita dapat meraih hasil yang terbaik di akhir Ramadhan nanti dan menyandang gelar “Muttaqin”.

Apa kabar Ramadhanmu hari ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + three =