Ayat yang Menenangkan

Diary Ramadhan : Edisi tanggal 4 Ramadhan 1430 H

Oleh : Puri Handayani

Meskipun tidak selalu meluangkan diri untuk membaca Al Quran, (karena cenderung hubud dunya,ketika sampai rumah sudah capai, dan langsung tidur), setiap saat saya membaca Al Quran selalu kebetulan menemukan ayat yang pas dengan keadaan saya dan membuat hati menjadi lebih tenang dan matab setelah membacanya. Ayat-ayat itu tidak lain adalah ayat-ayat yang menyatakan janji dan bukti kalo Alloh akan selalu menolong hambanya. Banyak sekali ayat seperti itu di Al Quran. Salah satunya adalah ayat yang kebetulan saya baca saat hari pertama Ramadhan, yaitu surat Al Imran ayat 123:

“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.”

Tentu saja saat ini saya tidak berada dalam keadaan seperti perang Badar. Keadaan saya tentu lebih aman dan tentram dibandingkan para pejuang yang berusaha bertahan dan mengalahkan musuh di perang Badar dengan taruhan nyawa mereka. Begitu juga kondisi ruhani saya pasti jauh berbeda. Pejuang Badar pastilah manusia pilihan yang kuat hati dan imannya, serta telah siap jiwa dan raga berjuang di jalan Alloh. Meskipun demikian, barangkali saat itu kekuatan musuh jauh lebih besar secara logika sehingga Alloh perlu menenangkan mereka dengan ayat tersebut. Dan sebagaimana diceritakan dalam ayat selanjutnya, dengan pertolongan Alloh para pejuang kebenaran itu menang.

Bagaimana dengan saya? Mungkin karena saya tidak sekuat mereka maka saya dihidupkan pada jaman ini. Wallohualam. Tapi tetap saja dimasa yang tidak perlu taruhan nyawa ini ada saja saat-saat saya merasa lemah, tidak siap berhadapan dengan ujian hidup sehingga ayat-ayat yang berisi janji Alloh untuk menolong hambaNya selalu menjadi ayat favorit saya.

Contoh perasaan lemah itu saya rasakan menjelang ramadhan kemaren.Sampai dengan seminggu menjelang Ramadhan rasanya saya tidak sanggup untuk menjalani ramadhan. Secara fisik saya merasa tidak mampu puasa di musim panas, dan secara hati saya juga tidak siap untuk memasuki ramadhan. Ketika sekian banyak sms dan email masuk mengucapkan marhaban ya ramadhan bukannya saya makin mantab, tapi makin bingung saja, kira-kira kuat ga yaa saya puasa. Ada rasa khawatir kalo ramadhan nanti saya sakit karena puasa. Tahun lalu saya sempat demam satu minggu di minggu kedua ramadhan. Alhamdulillah saya masih bisa puasa meskipun selama sakit itu benar-benar hanya berbaringdirumah dan tidak bekerja sama sekali. Tahun ini sepertinya saya harus bekerja selama ramadhan, jadi tidak bolehsakit.

Pikiran tentang pekerjaan itulah mungkin yang membuat saya takut puasa, takut kalo nanti kurang minum,capek, stamina turun dan kemudian sakit. Benar-benar kelihatan kalo iman saya begitu lemah sehingga saat dimintapuasa saja sudah sedemikian khawatirnya saya. Apalagi kalo diminta pergi perang badar. Astagfirullahalazim.

Maafkan hambaMu yang lemah ini ya Alloh. Beberapa teman yang saya ajak curhat meyakinkan saya kalo saya pasti kuat. Tapi tetap saja waktu itu saya masih pesimis dan ga yakin bakalan siap memasuki ramadhan. Bahkan ketika ada kemungkinan puasa dimulai hari jumat, hati saya masih tidak bisa menerima. Saya siapnya puasa hari sabtu bukan jumat. Astagfirulloh.

Kekuatan itu muncul ketika adik sepupu saya sms. Yang intinya mengingatkan saya kalo puasa itu ujian bagi kita. Ya Alloh, adik kecilku yang 25 tahun lalu ku gendong-gendong dan merengek-rengek minta diajak main, ramadhan kali ini berhasil menguatkan mbaknya. Saya setuju dengan adik saya, kalo ramadhan ini adalah ujian untuk keimanan kita. Sayangnya selama setahun ini kehidupan dunia begitu menyibukkan saya sehingga saat ujian tiba, saya benar-benar tidak siap. Ya sudah akhirnya saya pasrah. Kalo memang tahun ini saya tidak lulus ujian ya sudah memang itu salah saya karena tidak mempersiapkannya.

Saya pilih alternatif lain, mungkin ramadhan kali ini bisa jadi sarana latihan bagi saya untuk kembali ke jalan yang benar sehingga kalo suatu saat saya harus ujian saya bisa lulus dan naik kelas. Berbekal pemikiran itu saya akhirnya berniat puasa. Alhamdulillah puasa mulai hari sabtu, jadi saya tidak terlalu panik untuk mengatur ulang jadwal kerja, karena bagaimanapun tetap saja secara fisik saya mengalami perubahan.

Begitu juga Alhamdulillah saat pagi hari pertama puasa saya dipertemukan dengan ayat diatas sehingga rasa optimis semakin kuat, Alloh akan menolong saya Insya Alloh karena saya puasa atas perintah Alloh. Bahkan ketika multivitamin yang saya beli tidak bisa saya minum karena ada gelatinya pun hati saya tetap tenang, tetap yakin kalo saya kuat, dan terbukti hari pertama bisa saya lalui dengan menyenangkan. Masih bisa ngukur di lab, masih bisa naik sepeda Zernike-Haydnlaan, masih bisa merayakan ultahnya Mila , dankembali bersepeda lagi ke acara buka puasa bareng. Alhamdulillah. Insya Alloh hari-hari selanjutnya lebih mantaplagi.

Bismilahi tawakaltu alallah. Laa haula walaa quata illa billah. Aku berniat puasa karenaMu ya Alloh J

Zernike, hari ke-2 Ramadhan

Puri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 4 =