Bahasa Cinta-Mu….

Diary Ramadhan: Edisi Tanggal 5 Ramadhan 1430 H

Oleh: Siti Aini

Entah darimana aku harus memulai ceritaku…aku tidak pandai merangkai kata indah nan puitis layaknya

pujangga…hanya bisa menulis apa yang kurasa…walaupun tidak beraturan…namun ini yang kurasa..

Namaku Siti Rahmatul Aini…aku biasa dipanggil Aini…tapi khusus untuk Mas Teguh…beliau memanggilku Jeng Siti…hehehe…untuk seorang sufi seperti beliau..aku berikan pengecualian hehehe..

Kisahku berawal ketika ditahun 2004 aku menikah tepatnya 27 Juni 2004…tiga bulan setelah menikah…aku diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk hamil…ya…hamil pertamakali setelah menikah..ya iya lah…masak sebelum menikah hehehe…

Ketika mengetahui kehamilanku..aku sangat bersyukur pada Allah…segala puja dan puji hampir tak pernah berhenti kuucapkan…suatu perasaan yang sangat senang..sangat bahagia karena Allah (saat itu) mengabulkan doa-doaku…Akhirnya aku hamil..Alhamdulillah..

Mungkin saat itu bisa kukatakan…itulah puncak tertinggi dari ibadahku…setiap saat,setiap waktu aku bersyukur..semakin kuperbaiki diriku..semakin kutingkatkan ibadahku…kalau boleh kubilang…saat itu aku merasa “sangat dekat” dengan Tuhan…sangat dekat…(GR banget ya)

Sampai akhirnya,disuatu ketika..aku memeriksakan diri dibulan ketiga usia kehamilanku..dokter berkata,janinku tidak berkembang…dan tidak mungkin dipertahankan..dan aku harus dikuret..

Ya Allah…bergetar tubuhku mendengar berita itu…lemas lututku mendengar diagnosa dokter..aku tidak percaya…saat itu juga aku mencari dokter lain…Tiga dokter kudatangi malam itu…dan semua dokter mengatakan hal yang sama..Aku harus dikuret…karena lambat laun…janin ini akan meluruh dan keluar dengan sendirinya dalam wujud darah…

Aku takut…sangat takut…aku tidak ingin kehilangan janinku dan aku juga takut mendengar kata kuret…

Semakin kukencangkan doa-doaku…semakin kukuatkan ibadahku..aku memohon..saat itu doa yang kuucapkan adalah

“YA ALLAH…HAMBA MEMOHON KEPADAMU…TOLONG JANGAN KAU AMBIL JANIN INI…TOLONG LINDUNGI JANIN INI..JANGAN KAU AMBIL…HAMBA AKAN ABDIKAN DIRI HAMBA HANYA KEPADAMU…HAMBA MOHON…”

Tapi apa mau dikata..dari hari kehari darah sedikit demi sedikit kudapati..sampai akhirnya aku pingsan dikamar mandi dan segumpal benda keluar dari tubuhku..Yah…hari itu…aku keguguran…dan harus dikuret…

Aku benci Tuhan…benci …kemana Dia saat aku betul-betul membutuhkan perlindungan-Nya…

Aku benci…sejak saat itu…aku putuskan utk tidak berhubungan lagi dengan Tuhan…aku putuskan segala bentuk

komunikasi dengan-Nya…tidak…NO WAY…

Sembilan bulan lamanya aku menjauh…Bukan ketenangan yang kudapati…justru kesusahan…namun aku masih sakit hati pada-Nya..

Sampai akhirnya…dibulan kesepuluh setelah itu…aku hamil lagi…kali ini aku tidak berani terlalu gembira…ada ketakutan dihatiku…bagaimana kalo diambil lagi…

Aku mulai berusaha mendekati-Nya lagi…dengan segala kelemahanku…aku datang pada-Nya…kembali lagi segala doa kuucapkan…namun kali ini berbeda…

Aku bahagia karena hamil lagi…tapi aku juga harus sadar…bahwa sewaktu2 bila Allah berkendak mengambilnya..aku harus siap…bukan berarti aku mengabaikan janin ini…bukan…hanya saja…aku berbeda dalam menyikapi kehamilanku…

Ya Allah…Engkau yang maha tau yang terbaik buatku…aku sudah berusaha menjaga sebaik mungkin titipan-Mu…selebihnya aku pasrahkan segala-Nya pada-Mu..

Benar saja…hanya dua bulan janin itu bertahan…dan aku harus kehilangan lagi..kali ini,bukan satu…tapi dua…ada dua janin…keguguranku kali ini sangat berbeda dari yang pertama…aku tidak pingsan… darah tidak banyak keluar…dan aku bisa melihat kedua janin itu…kedua-duanya aku letakkan ditelapak tanganku…

Kupandangi..kuciumi…kubungkus dengan jilbab putihku…anak-anakku sayang..maafkan mama yang tidak bisa menjagamu…kuletakkan disampingku…

Semalaman kedua janin itu menemaniku…sampai akhirnya mereka kukuburkan…

Perasaan sedih tentu saja ada…namun aku lebih siap menerima kejadian yang kedua…aku yakin..Allah lebih mengetahui segalanya…Mungkin Aku belum amanah..sehingga belum dipercaya utk memiliki anak..

Aku pasrahkan diriku…seutuhnya…aku memohon diberikan kekuatan dalam menerima takdir ini…

Aku yakin, Bahasa Tuhan adalah bahasa cinta yang penuh dengan misteri….

Aku yakin…dan Alhamdulillah….keyakinanku berbuah manis….tanggal 3 Mei 2006…aku dikarunia bayi kembar…cantik dan

lucu seperti diriku hehehehe..(maaf kalo narsisnya gak habis2)…

Ini jawaban Tuhan…dari segala pertanyaanku dulu…Bidadari-bidadari kecilku kini berusia tiga tahun…mereka sehat,cerdas, dan lucu..

Terimakasih Tuhan…Bahasa cinta-Mu memang penuh misteri…satu misteri telah terjawab…dan masih banyak lagi misteri

yang sedang coba kupahami…

Aku hanya manusia biasa…yang tidak lepas dari salah dan dosa…bantu aku dalam memahami bahasa cinta-Mu yang penuh

misteri…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 2 =