Mewarnai Ramadhan

Diary Ramadhan : Edisi tanggal 15 Ramadhan 1430 H
By : DTK Wardhono (Donny Boy)

Tak terasa bulan Ramadhan telah memasuki pertengahan bulan.  Banyak kegiatan yang bisa kita lakukan selama menjalani puasa di bulan suci ini, namun tidak semua ummat muslim (termasuk penulis) cukup memahami bagaimana caranya mewarnai bulan Ramadhan yang banyak orang bilang bulan Ramadhan adalah bulan penuh Rahmah dan penuh hadiah yang berlimpah pahala. Tentu kita semua menginginkan hadiah yang berlimpah ruah kan?

Setelah membaca baca Panduan Ramadhan yang diterbitkan oleh MMBI (Manajemen Masjid Baitul Ihsan), penulis merasa perlu berbagi dengan pembaca mengenai hal hal apa saja yang perlu dilakukan dalam rangka mewarnai kehidupan kita di bulan Ramadhan yang mungkin kita sudah mengetahui sebelumnya, tapi saat ini sedang alpha melaksanakannya. Ada beberapa amalan yang baik untuk mewarnai kegiatan kita selama bulan Ramadhan, antara lain:

1. Berinteraksi dengan Al Quran
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran (QS.2:185).  Tidaklah aneh bila Rasulullah SAW lebih sering membacanya di bulan Ramadhan. Maka tidak aneh pula apabila pengurus de Gromiest di bulan suci ini lebih sering mengadakan tadarussan dan Insya Allah makin banyak yang mengikuti kegiatan tadarussan ini. Terus terang saja, penulis setelah kembali ke Indonesia kehilangan masa masa indah bersama teman teman di Groenny untuk tadarussan bersama, karena sangat dirasakan bahwa dengan membaca AlQuran bersama jauh lebih enak dan semangat dibandingkan membaca Quran sendiri.

2. Sholat Tarawih
Salah satu kegiatan utama di bulan Ramadhan adalah sholat malam atau yang dikenal dengan Sholat Tarawih. Sholat tarawih ini bisa dikerjakan di masjid atau di rumah kita masing masing.  Sekali lagi, penulis merasa lebih nyaman dan semangat apabila dilakukan bersama sama. Penulis selama seminggu pertama bulan Ramadhan sebelum kembali ke Indonesia, merasakan betapa dirasakan jauh lebih berat pabila melakukan sholat tarawih sendirian. Oleh karena itu, hendaknya kita bisa bersama sama melaksanakan sholat Tarawih berjamaah dan kita pun otomatis mendapatkan pahala 700 kali lipat dari biasanya.  Menarik bukan?

3. Memperbanyak zikir, doa dan istighfar
Jangan kita biarkan waktu yang cukup panjang ini dengan kegiatan yang sia sia, seperti mengobrol, becanda yang tidak perlu, menonton tivi RTL atau TMF dsb. Tapi terkadang hiburan ini sulit untuk kita hindari, sehingga yang bisa penulis sarankan adalah dengan mengurangi kegiatan tersebut selama bulan Ramadhan, tinggal setengah bulan lagi kan kita puasa?

4. Shodaqoh, Infak dan Zakat
HR. Al-Baihaqi, Alkhotib dan At-Turmudzi mengatakan sebaik baiknya sedekah yaitu sedekah di bulan Ramadhan. Nah, menurut hemat penulis, hal ini paling gampang kita lakukan. Segeralah mendatangi masjid di Selwerd atau yang di dekat madurastraat untuk beramal. Ingatlah bahwa bulan ini seluruh amalan ibadah akan dilipatgandakan.

5. I’tikaf
I’tikaf adalah tetap tinggal di masjid dan bertaqqarub kepada Allah dan menjauhkan diri dari aktifitas keduniaan. Nilai ibadah ini juga sangat penting dan merupakan puncak ibadah di bulan Ramadhan.  Nampaknya berat untuk dilakukan.  Penulis pun pernah mencoba melakukan I’tikaf, namun ternyata tidak mudah dan harus diiringi dengan niat yang lebih kuat. Rasulullah SAW ketika memasuki 10 hari terakhir, menghidupkan malam harinya, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Mencari Lailatul Qodar
Lailatur Qodar merupakan salah satu kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepada Rasulullah SAW untuk ummat Islam sebagai malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan biasa. Marilah kita berlomba lomba untuk mencari malam Lailatul Qodar di sepuluh hari terakhir, khususnya malam ganjil.  Masih belum terlambat kan? 

Selamat mewarnai Ramadhan kita…….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − eighteen =