Tafsir Al Fatihah

fatihah

Dari Abu Sa’id bin Al-Mu’alla : Ketika aku sedang sholat di dalam Masjid, Rasul SAW memanggilku, namun aku tidak menjawab panggilannya. Kemudian aku berkata: “Ya Rasullah, saya sedang sholat.” Rasul berkata: “Bukankah Allah berfirman, Jawablah panggilan Allah dan Rasulnya (Al-Anfal: 24).” Kemudian rasul berkata: “Aku akan mengajarkanmu satu surat yang merupakan surat paling mulia di dalam Al-Quran sebelum kamu meninggalkan masjid.” Kemudian rasul memegang tanganku dan hendak meninggalkan masjid, aku berkata: “bukankan engkau berkata “aku akan mengajarkanmu satu surat yang paling mulia di dalam Al-Quran?” Rasul berkata ”Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin.” (Shahih Bukhari)

 

Dari Abu ubadah bin As Samit: Barangsiapa tidak membaca surat Al Fatihah dalam sholatnya, maka sholatnya tidak sah. (Shahih Bukhari)

 

Terjemahan Surat Al Fatihah :

  • Ayat pertama, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Al-‘Alaq: Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Selaras dengan etika seorang muslim yang harus menyertakan Allah dalam setiap tindak-tanduk. Tidak ada nama lain yang disebut, hanya Allah.

  • Ayat kedua: Segala puji bagi Allah, Tuhan semua alam. Mengisyaratkan bahwa Allah penguasa semua alam. Berbeda dengan politeisme ( Al-Qoshosh : 70)
  • Ayat ketiga: yang Maha Pengasih dan Penyayang. Rahiim, dapat diatributkan pada diri manusia, namun Rahman tidak (Tafsir fii-zilalil Quran). Terlepas dari itu, ayat ini menunjukkan adanya koneksi antara makhluk yang memerlukan kasih sayang dengan pemberi kasih sayang, penciptanya.
  • Ayat keempat: Penguasa hari pembalasan: Banyak yang meragukan konsepsi ini. Orang-orang kafir Quraisy, mereka tahu bahwa pencipta alam semesta adalah Tuhan.  Rasa harap dan takut→ beribadah dan beramal lebih baik (Luqman: 25 dan Qaf: 2-3)
  • Ayat kelima: Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan. Kembali menguatkan ketauhidan.

Pernah lihat serial Umar bin Khothob? Inilah salah satu yang membuat pembesar Quraisy enggan memeluk islam. Duduk sama bawah dan berdiri sama tinggi dengan budak mereka. Ini juga memperlihatkan konsepsi islam yang berserah diri hanya kepada Allah setelah melakukan ikhtiar sekuat mungkin.

  • Ayat keenam: tunjukkan lah kami ke jalan yang lurus, jalan orang-orang yang kau beri nikmat.

Jalan orang shidiqin dan rasul (An-Nisa’: 69).

  • Ayat ketujuh: bukan jalan orang yang Kau murkai dan orang yang tersesat.

Orang yang dimurkai : Yahudi, orang yang tersesat : Nasrani.

 

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa yang shalat lalu tidak membaca Ummul Qur’an (yaitu Al Fatihah), maka shalatnya kurang (tidak sah) -beliau mengulanginya tiga kali-, maksudnya tidak sempurna.” Maka dikatakan pada Abu Hurairah bahwa kami shalat di belakang imam. Abu Hurairah berkata, “Bacalah Al Fatihah untuk diri kalian sendiri karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku membagi shalat (maksudnya: Al Fatihah) menjadi dua bagian, yaitu antara diri-Ku dan hamba-Ku dua bagian dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika hamba mengucapkan ’alhamdulillahi robbil ‘alamin (segala puji hanya milik Allah)’, Allah Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah memuji-Ku. Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘ar rahmaanirrahiim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)’, Allah Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah menyanjung-Ku. Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘maaliki yaumiddiin (Yang Menguasai hari pembalasan)’, Allah berfirman: Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku. Beliau berkata sesekali: Hamba-Ku telah memberi kuasa penuh pada-Ku. Jika ia mengucapkan ‘iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in (hanya kepada-Mu kami menyebah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)’, Allah berfirman: Ini antara-Ku dan hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika ia mengucapkan ‘ihdiinash shiroothol mustaqiim, shirootolladzina an’amta ‘alaihim, ghoiril magdhuubi ‘alaihim wa laaddhoollin’ (tunjukkanlah pada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan jalan orang yang sesat), Allah berfirman: Ini untuk hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta.”  (HR. Muslim No. 395). Juga dalam hadits di atas disebut pula bahwa Al Fatihah disebut pula Ummul Qur’an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × one =